Swasembada lokal,tenun tradisional desa Semampir
Desa Semampir,Cerme,Gresik adalah sebuah desa kecil menengah dengan jumlah oenduduk tak lebih dari tujuh ratus jiwa.Desa yang terletak di daerah pinggiran kota Gresik ini menjadi salah satu sentra produksi tenun tradisional yang masih awet hingga sekarang.Daerah ini menjadi salah satu daerah denga pemeberdayaan masyarakat yang masih kental dengan suasana gotong royong berupa perusahaan tenun yang dikelola secara secara bekerja sama dan bagi hasil yang rata.Para ibu-ibu yang masih segar bugar bahkan yang sudah lanjut usia menjadi anggota tetap perusahaan kecil ini.meskipun begitu,perusahaan kecilini telah diakui oleh dinas pemberdayaan masyarakat kota Gresik pada tahun 2013.Seorang narasumber kami,Sunar(46) seorang pegawai tetap perusahaan tenun ini mengatakan bahwa tenun bukan hanya ladang untuk mengaus rupiah bagi kaum wanita,namun juga sebagai tempat berkumpul dan saling mengakrabkan diri satu dengan lainnya."Pendapatan yang kami peroleh memang hanya sedikit dibandingkan dengan jerih payah menghasilkan sebuah tenunan,ya hanya sekitar 1 juta an perbulan.itupun kalau belum dipotong dengan tetek bengek-tetek bengek lainnya.Tapi paling tidak,dalam perkumpulan tenun ini kita bisa jadi dekat satu sama lain,bercerita banyak hal mulai dari urusan-urusan tidak penting sampai urusan rumah tangga." Ucapnya sambil menahan senyuman."ya namanya juga wanita,pasti banyak cerita,ghibah sana ghibah sini kan sudah biasa." Sambungnya sambil melanjutkan menenun.
Alat yang digunakan menenun pun masih sangat sederhana,beruapa kayu penennun yang disambungkan dengan berbagai macam warna benang yang dirangkai secara manual hingga membentuk pola tertentu.Penenenun harus menarik tuas kayu hingga ke pangkal dada sembari membentuk sususnan benang hingga menciptakan suatu pola yang seimbang.Sedangkan kaki penenun harus menekan pedal secara bergantian kiri-kanan agar alat ini dapat berjalan.
Meskipun termasuk usaha kecil,Namun usaha yang dikelola oleh ibu-ibu ini menghasilkan kain atau sarung tenunan yang berkualitas tinggi dan bahkan diakui oleh dinas kota Gresik.
Usaha yang didirikan berpuluh tahun silam ini juga memberi banyak manfaat khususnya bagi ibu-ibu lansia yang sudah tidak ada pekerjaan di rumah,sehingga dapat mengurangi stress dan menambah penghasilan,"ya kan kita kalo jadi mandiri kan enak,nggak harus minta jatah mulu ke suami,wanita juga bisa berkarya,cari duit bukan hanya pria yang bisa" sahut Vika(34) yang juga merupakan seorang penenun yang masih berusia lumayan muda.Begitulah industri kecil ini menjadi 'hiburan' atau bahkan 'sandaran' bagi beberapa kaunm wabita di Desa Semampir,selain dapat menopang perekonomian, industri ini juga diakui dan menjadi sarana bersosialisasi khas warga desa.
Gresik,06 oktober 2019

Komentar
Posting Komentar