Setelah membebaskan biaya perawatan bangsal kelas III RSUD Wonogiri bagi masyarakat tidak mampu, kini Pemkab Wonogiri tengah menggodok aturan berkait dengan pembebasan retribusi berobat ke Puskesmas.
Bila aturan tersebut sudah jadi, warga masyarakat Wonogiri tidak dipungut retribusi saat berobat ke Puskesmas. ‘’Andai detik ini aturannya sudah jadi, detik ini pula saya tandatangani dan detik ini pula sudah mulai gratis tis,’’ kata Bupati Joko Sutopo saat kepada Wawasan.co usai menyampaikan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Wonogiri terhadap Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Wonogiri tahun anggaran 2017, di gedung DPRD Wonogiri, Jumat (6/7).
saat ini memang pelayanan kesehatan adalah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Banyak sekali kasus masyarakat yang meregang nyawa akibat tidak tau cara menangani penyakit yang tepat dan tidak membawanya ke puskesmas atau rumah sakit dikarenakan kendala biaya. sehingga banyak masyarakat yang tidak mampu enggan untuk memeriksakan diri ke dokter dan sebagainya. hal ini menjadi motivasi salah satu puskesmas di Wonogiri untuk menggratiskan pasien yang berobat.
Bupati menjamin, untuk penanganan tambahan di Puskesmas juga akan digratiskan. ‘’Kalau gratis ya jangan setengah-setengah. Sehingga mulai pendaftaran, penanganan medis sampai pengambilan obat, gratis semuanya,’’ tegas Joko Sutopo yang akrab disapa Mas Jekek tersebut.
Di tempat yang sama, Bupati mengaku kecewa atas tidak terserapnya anggaran di bidang kesehatan sebesar Rp 1,05 miliar . ‘’Program peningkatan kesehatan ibu melahirkan dan anak yang dialokasikan anggaran Rp 1,05 miliar tidak bisa terserap dengan baik. Hal tersebut terjadi lantaran terkendala petunjuk teknis yang mengatur tentang penggunaan dana jaminan persalinan mensyaratkan bahwa ibu hamil yang akan melahirkan harus tinggal di rumah tunggu kelahiran (RTK) yang telah disediakan.
Hal tersebut kurang diminati oleh masyarakat karena secara kultur masyarakat Wonogiri, bagi ibu yang akan melahirkan lebih memilih untuk tinggal di rumah sendiri atau rumah orangtuanya,’’ungkap Joko Sutopo sembari menambahkan di Wonogiri telah menyediakan tiga tempat rumah tunggu kelahiran, namun justru hanya menghambur-hamburkan anggaran karena sampai saat ini tak ada masyarakat yang mau memanfaatkannya-AJMIL LATHUFA/19041184056
Komentar
Posting Komentar