Banyak
tren yang diikuti golongan muda. Salah satunya adalah mendaki. Banyak kalangan
muda mulai mengenal pendakian dan lama-kelamaan menjadi hobi yang disukainya. Hal
ini sangat cocok untuk para remaja yang memiliki jiwa petualangan dan menyukai
tantangan. Dan akhirnya terbentuklah
komunitas-komunitas pendaki di berbagai daerah.
Salah
satunya komunitas ‘Pokok Budal’ yang didirikan oleh beberapa pemuda di sidoarjo
salah satunya adalah Rayhan Osla Auditya dan Akhmad Qoyyum. Hal yang membuat
mereka tertarik pada hobi pendakian berawal dari hanya ikut-ikutan dengan
ajakan temannya yanng mengundangnya untuk mengikuti pendakian di gunung Arjuno
di perbatasan kota Batu. mereka sedang lelah melihat suasana kota yang begitu-begitu saja. sekali-sekali refreshing. “Yo rasane kesel jeneng e ae ndaki, tapi pas nyampe yo
yaopo yo, koyok onok achievment sing di raih ngunu lah. Dadi rasane kesel
nyampur seneng” tutur Qoyyum” yo asyik ae. Itung-itung nambah relasi ambek
berpetualang” ujar Rayhan dengan nada bercanda.
Tapi
selain itu kita juga belajar untuk mencintai alam, menjaga dan melestarikan
alam. Jangan ambil apapun kecuali gambar. Jangan tinggalkan apapunn kecuali
jejak. Hal ini harus diingan oleh semua orang yang hendak mendaki. Hal positif
lain dari mendaki kita dapat menambah teman dan selain itu Rayhan mulain
merintis bisnis tour and travel dari pendakian ini. Dia juga memiliki relasi
para pemandu atau guide pendakian.
Selama
ini para anggota Pokok Budal gunung paling jauh dari Sidoarjo yang sudah di
taklukkan adalah gunung Merbabu perbatasan Magelang, Boyolali, dan Semarang. Sedangkan
yang paling tinggi adalah Semeru. Tapi disetiap perjalanan kita mendaki setiap
perjalanan itu selalu ada cerita yang klise yang pernah terjadi, pokoknya seru.
Tambahan dari Rayhan.
Tapi
selain hal-hal yang menyenangkan ada juga kesulitan dan keluh kesah yang
dirasakan kebanyakan para pendaki, normalnya dari barang-barang pendakian dan
tenda yang dikatakan tidak murah, rute yang sulit dilalui, kendala cuaca,
membawa air yang tidak cukup, dan lain-lain.
Namun
hal yang paling susah di rasakan oleh Rayhan dan Qoyyum dan kebanyakan para pendaki
pria lain yaitu saat membujuk dan merayu paran pendaki wanita dalam rombongan
pendakian yang kecapekan dan ingin berhenti di jalan. Pasti pra pria akan membujuk
“ayolah tinggal sedikit lagi” ,“itu loh tujuan kita di depan mata, masa
berhenti. Sayang loh”. Bahkan tidak kurang yang menangis sambil menahan rasa
lelah.
Hal yang
dianjurkan saat mendaki jangan lupa membawa obat bagi yang memiliki penyakit
bawaan dan peralatan yang mumpuni. Bisa susah juga jika tidak membawa obat jika
mendaki.
Tambahan
lagi dari Rayhan. yang membuat pendakian sangat menyenangkan dan membosankan
adalah teman perjalanan kita, jadi saat kita pertama kali mendaki faktor utama
yang membuat kita candu atau kapok pada pendakian adalah teman pendakian. Kalau
kita adalah bagian orang yang candu.
Komentar
Posting Komentar