Langsung ke konten utama

Paguyuban Nelayan Kupang Desa Balongdowo


Kabupaten Sidoarjo memiliki makanan khas yang banyak di minati oleh kalangan masyarakat. Yaitu, Kupang lontong. Makanan yang sering kita jumpai di jalan-jalan kota Sidoarjo dan sekitarnya. Hal yang membuatnya nikmat yaitu petis dan kaldunya yang dari olahan kupang yang biasanya disajikan dengan es kelapa muda dan kadang-kadang sering disajikan dengan sate kerang.

Desa Balongdowo adalah salah satu desa pengelola kupang. Lambat laun kupang dikelola menjadi berbagai macam produk pangan seperti krupuk kupang, petis kupang, dan yang baru-baru ini ada inovasi kupang krispi berbagai varian rasa.

Tidak dipungkiri lagi mayoritas pekerjaan penduduk desa Balongdowo sendiri bekerja sebagai nelayan kupang. Ada banyak sekali masyarakat desa Balongdowo berprofesi sebagai nelayan Kupang dan pengelola kupang. Intinya mereka perprofesi tidak jauh dari kerang kecil ini. Maka sebab itu terbentuknya paguyuban nelayan kupang desa Balongdowo bertujuan untuk memaksimalkan hasil tangkapan kupang dan mengkordinir pembagian hasil tangkapan di laut kepada para pengelola kupang yang ada di desa.

Selain mengkordiri hasil tangkapan laut dan mengatur pembagian hasil tangkapan kepada para pengelola di desa mereka juga memiliki agenda tahunan wajib. Yaitu mengkordinir acara tahunan nyadran di desa Balongdowo dan Balonggabus.

Nyadran adalah serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat jawa atau biasa dipanggil sedekah laut yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Upacara Nyadran ini biasanya dilaksanakan hari Minggu pagi saat air laut pasang sehingga perahu  dapat menuju ke laut . Tetapi sebelumnya sudah ada perayaan,  seperti pasar malam dan pementasan wayang kulit. Upacara pemberangkatan  sedekah laut minggu pagi biasanya dimulai dgn  tumpeng nasi kuning yg diserahkan kepala desa sbg simbol diberangkatkan rombongan perahu untuk ziarah ke makam dewi Sekardadu, dan ada juga  tumpeng sayur dan buah setinggi kira kira 3 m yg diarak dan diperebutkan warga sekitar- konon yg memperoleh sayur atau buah dari tumpeng tsb akan mendapat berkah. Nyadran biasanya dilaksanakan pada setiap hari ke-10 bulan rajab atau saat datangnya bulan Sya’ban. Hal ini bertujuan agar memaksimalkan performa acara agar berjalan lancar dan memnarik para wisatawan regional daerah sekitar.

Bagi saya pribadi upacara nyadran harusnya lebih disosialisasikan lagi agar dapat menarik masyarakat untuk berkunjung ke Sidoarjo. Selain itu kupang sendiri jarang ditemukan di tempat lain hal ini yang membuatnya menjadi hal yang tidak biasa.

Achmad Fiuzani Dzikrillah
19041184055

Komentar