Tentu saja kita sudah tidak asing dengan kemiskinan yang
selalu menjadi permasalahan di negara kita. Lalu, bagaimana sih cara dalam
mengatasi hal ini? Dengan jumlah angkatan kerja yang sangat banyak dan lapangan
pekerjaan sempit, pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih produktif dengan
menciptakan lapangan pekerjaan sendiri bahkan bisa menyerap tenaga kerja. Salah
satunya adalah melalui pemberdayaan UMKM.
Berdasarakan data dari kementerian perindustrian,
kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat 57,84% menjadi
60,34 dan serapan tenaga kerja juga meningkat dari 96,99% menjadi 97,22% dalam
lima tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM bisa menjadi solusi dalam
peningkatan ekonomi masyarakat. Tapi apakah itu cukup?
Dengan pertumbuhan yang dinilai baik tersebut, tentu
saja selalu memerlukan inovasi. Baik dalam pemasaran produk, pendistribusian,
dan promosi agar bisa bersaing dengan para pelaku usaha lainnya. Bagaimana
caranya?
Saat ini, pemerintah kita selalu mendorong para
perusahaan startup untuk membantu perkembangan UMKM tersebut. Di Indonesia
sendiri, ada beberapa top startup yang diharapkan bisa menciptakan ekosistem
perekonomian yang lebih baik. Ada perusahaan ojek online, yaitu Gojek. Ada perusahaan
e-commerce, yakni Bukalapak dan Tokopedia. Ada juga beberapa perusahaan dari
luar Indonesia, yaitu Grab, Lazada, Shopee, dan masih banyak lagi.
Pemerintah juga menggalakkan gerakan non tunai
melalui Gerbang Pembayaran Nasional. Benda apakah itu? Ya, jika dulunya kita
hanya mengenal sistem pembayaran tunai, anmun sekarang telah hadir berbagai
solusi pembayaran tanpa menggunakan uang tunai. Baik melalui kartu maupun
aplikasi.
Untuk sistem transaksi menggunakan kartu, telah ditetapkan
standar kartu di Indonesia, yaitu kartu GPN. Berbeda dengan sebelumnya ketika
kartu di Indonesia lebih banyak menggunakan Visa dan Mastercard, namun kini
jaringan dikelola dalam negeri. Tentunya biaya yang diperlukan juga lebih
sedikit.
Bagaimana dengan e-money yang berbasis aplikasi?
Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan OVO, GoPay, LinkAja, Dana, dan
sebagainya. Namun yang kadang menjadi masalah adalah ketika merchant hanya
menerima satu jenis pembayaran yang berbeda dengan aplikasi yang kita miliki.
Tak perlu kuatir, karena saat ini pemerintah telah meluncurkan standar
pembayaran baru yang bisa digunakan dari semua aplikasi yang terdaftar dalam
sistem tersebut. Adalah QRIS (Quick Response Indonesia Standard), sebuah
standar QR Code yang bisa menerima pembayaran dari semua aplikasi. Diharapkan
sistem ini bisa diterapkan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi tidak hanya
dilakukan dengan pengembangan skill dari masyarakat, namun juga memerlukan
inovasi ekosistem ekonomi yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi tersebut. (Tira
Mada’/19041184066)

Komentar
Posting Komentar