
Ngopi merupakan budaya yang sedang booming di kalangan anak remaja jaman sekarang atau milenial. Dalam seminggu, biasanya para remaja mengunjungi kedai kopi bisa sampai tiga kali. Entah itu untuk mengerjakan tugas, berkumpul bersama teman, atau yang lain. Bisnis kopi sekarang juga sangat menjanjikan, karena melihat remaja yang saat ini lebih suka mengunjungi kedai kopi dan juga banyaknya kedai kopi yang tersebar di Indonesia. Kedai kopi juga biasanya dilengkapi dengan fasilitas yang membuat pengunjung merasa nyaman dan senang berlama-lama berada di kedai kopi. Contohnya wifi gratis dan pendingin ruangan yang tentunya semakin membuat nyaman pengunjung. Dan yang paling dicari oleh para remaja adalah seberapa bagus tempat tersebut untuk bahan postingan di social media. Tidak dipungkiri lagi bahwa social media sekarang ini menjadi kebutuhan pokok para remaja. Mereka seakan tidak bisa hidup tanpa social media, karena dalam sehari saja remaja menghabiskan bahkan separuh waktunya untuk bermain social media. Apalagi aplikasi social media Instagram yang sedang melejit di kalangan para remaja bahkan anak-anak dan orang tua. Instagram banyak digemari karena aplikasi yang dikhususkan untuk memposting foto dan video. Salah satu fitur yang sangat menarik yaitu insta story. Dengan adanya insta story, kita bisa memposting untuk menunjukkan apa yang sedang kita lakukan, dan apa yang sedang kita rasakan. Insta story akan hilang sendirinya dalam waktu 24 jam. kita juga bisa melihat insta story milik orang lain dan juga memberi komentar. Karena hal tersebut, para remaja sangat menyukai fitur insta story yang di sediakan Instagram.
Yang sedang bermunculan di insta story para remaja sekarang ini adalah foto atau video sedang berada di kedai kopi yang aesthetic. Atau juga foto gelas kopi yang biasanya ditulisi dengan nama si pembeli. Juga memposting nongkrong bersama teman atau bersama pujaan hati. Insta story kini sudah menjadi kebutuhan wajib para milenial untuk memposting apapun yang mereka lakukan. Terkadang, karena sudah terlena terhadap social media kita cenderung melupakan kodrat kita sebagai makhluk social. Contohnya saja, ada sekumpulan para remaja yang sedang berkumpul di kedai kopi, tapi bukannya bercengkrama tetapi saling memegang smartphone masing-masing dan bermain social media. Tentunya mereka memposting video ataupun foto tentang kegiatan mereka yang sedang ngopi bersama teman. Namun pada kenyataannya, yang dilakukan mereka hanyalah duduk dan menikmati kopi masing-masing sambal memegang smartphone. Interaksi social secara langsung yang terjadi sangatlah minim, karena mereka lebih memilih berinteraksi social di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Hal tersebut membuktikan bahwa ngopi adalah kebutuhan milenial jaman sekarang untuk memposting ke insta story.-
Ajmil Lathufa/19041184056
Komentar
Posting Komentar