Toleransi tinggi dalam seruan aksi,#reformasidikorupsi,dan#rakyatmenggugat
Rabu(25/09)dan Kamis(26/09) nampaknya adalah hari dimana seluruh mahasiswa,buruh,tani dan rakyat memuntahkan semua aspirasinya melalui demonstrasi besar-besaran di seluruh Indonesia mengenai pasal-pasal RUU KUHP dan KPK yang dikeluarkan oleh DPR.Tidak menyoroti masalah politik,Namun yang lebih mengharukan dan menjadi sorotan adalah bagaimana akhir-akhir ini hampir seluruh lapisan masyarakat kompak menyuarakan keberatannya terhadap DPR.Khususnya dalam lingkup mahasiswa yang secara terang-terangan menentang dengan berbagai argumen dan slogan.Seperti yang dilansir dalam akun Instagram dalam hashtag #reformasi dikorupsi,
Berbagai universitas saling berkomando,dan bersaru dalam seruan aksi 25 September tersebut,dari berbagai universitas yang berbeda pun,para demonstran ini tetap bahu membahu, walaupun tidak saling kenal,namun tetap bertoleransi dan menolong sesama demonstran biarpun berbeda universitas.Belum lagi dengan yang ditunjukkan dengan massa yang bukan mahasiswa,misalnya buruh atau aktivis sosial,mereka seperti saudara yang rela berkorban demi saudaranya." Ya memang aksi kami ditunggangi,tapi kami ditunggangi oleh kepentingan rakyat"
ungkap Manik Marganamahendra,pres BEM UI
Seperti yang telah dilansir dari akun Instagram Jokowi"saya suka di demo,karena dengan demo menunjukkan kalau terdapat kesalahan,selain itu,saya heran karena para pendemo bisa sangat tolerir dan kompak untuk mendemo saya" guyonnya dalam sebuah video unggahan akun Instagram pribadinya.
Lucu memang,karena baru sekarang,saat ada perlawanan besar-besaran terhadap pihak penguasa,barulah seluruh lapisan masyarakat kompak dan bersatu,yang sebelumnya saling tawuran dan baku hantam, sekarang saling bertoleransi dan merangkul.yang dulunya saling hujad menghujad karena perbedaan,sekarang saling menolong dan mengambil sikap moderat.Inilah Indonesia,negara dengan beribu alasan di dalamnya,dengan semangat perjuangan, mentolerir perbedaan demi satu tujuan besar. inikah puncak persatuan mahasiswa Indonesia?sampai manakah batas toleransi terhadap penguasa dapat di rundingkan?itulah yang sama-sama harus kita cari jawabannya.
Sedangkan,di lain pihak, pendapat pro dan kontra bermunculan terkait aliansi mahasiswa dan rakyat sipil ini,berbagai spekulasi bermunculan.Spekulasi tentang mahasiswa yang idealis namun kritis,hal ini menjadi pertanyaan publik."Apakah aksi yang dilakukan mahasiswa ini merupakan konsep idealis persatuan bangsa atau malah tindakan apatis terhadap pemerintahan?". Bagaimanapun,hal ini seluruhnya diserahkan pada rakyat untuk menentukan sikap mereka terhadap perdebatan besar ini.Akankah mentoleransi keputusan DPR atu malah bersikap skeptis menggugat.

Komentar
Posting Komentar