Langsung ke konten utama

KUATNYA TOLERANSI DI KOTA KUDUS

SURABAYA – Ada yang tahu Kota Kudus? Kota yang sering disebut dengan Kota kretek ini berada di Provinsi Jawa Tengah. Kota Kudus merupakan kota yang mempunyai perusahaan rokok terbanyak se-Jateng oleh karena itu Kota Kudus di kenal dengan Kota Kretek. Bukan hanya itu, Kota Kudus juga mempunyai banyak ke istimewaan. Di Kota Kudus terdapat dua sunan yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria. Kota Kudus juga sering di kenal dengan nama Kota Santri. Kota yang menjadi tempat para Santri menuntut ilmu agama.

Menara Kudus/situsbudaya.id

Walaupun begitu, penduduk Kota Kudus bukan hanya orang yang beragama Islam tetapi Kota Kudus juga terdapat beragam agama mulai dari hindu, Kristen, katolik, dan konghucu.Tidak hanya di Bali yang kental dengan Agama Hindu tetapi Kota Kudus juga tidak kalah kental dengan agama Hindu. Walaupun Kota Santri, Agama Hindu sangat melekat pada Kota Kudus.
Berawal dari Sunan Kudus yang mulai mengajarkan agama Islam ke Kudus dengan mayoritas penduduk yang beragama Hindu. Tidak mudah untuk mengajarkan agama Islam ke Kudus. Sunan Kudus harus mengajarkan agama Islam dengan cara cara ke-Hinduan. Untuk mendapatkan hati para penduduk agama Hindu, Sunan Kudus menyatakan untuk tidak memakan daging sapi, karena sapi adalah hewan yang di agungkan oleh penduduk agama Hindu. Dan Sunan Kudus juga membangun masjid yang memiliki menara untuk menghormati para penduduk yang beragama Hindu.
Bukan hanya di zaman Sunan Kudus, tetapi sampai sekarang pun hal hal itu masih di terapkan di Kota Kudus. Seperti halnya, tidak terdapat makanan yang terbuat dari bahan daging sapi. Dan sampai sekarang pun masih Ada masjid yang bercampur dengan kebudayaan hindu, seperti Masjid Menara Kudus dan Masjid Wali. Masyarakat Kota Kudus sangat menghormati  orang dan kebudayaan agama Hindu.
Keberagaman yang berada di Kota Kudus tidak menjadi suatu ancaman untuk ketentraman masyarakat Kudus tetapi itu membuat Kota Kudus menjadi lebih Indah dan mencerminkan sikap semboya Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun terdapat kebudayaan agama Hindu di tempat peribadahan agama Islam, tidak membuat para Santri berhenti menimba ilmu di Kota Kudus. Hal itu mencerminkan berapa besarnya nilai toleransi di Kota Kudus.


Merdinia Iswaila - 19041184050

Komentar