Toleransi merupakan salah satu hal yang sangat jarang dimiliki sekarang ini. Namun, jangan mengira bahwa semua orang kini sudah melupakan apa arti dari toleransi tersebut. Masih ada beberapa daerah yang masih mengedepankan toleransi lebihdari apapun.
Hal inilah yang ditunjukkan oleh warga Sulawesi Utara. Seperti yang diberitakan situs gocelebs! Warga Sulawesi khususnya warga Minahasa masih mempertahankan semboyan “Torang Samua Ba’saudara” yang berarti “Kita semua bersaudara” semboyan ini juga terbukti dengan adanya tempat wisata yangsudah terkenal, Yaitu Bukit Kasih.
Kenapa sih kok namanya Bukit Kasih? Pasti ada beberapa dari anda yang bertanya seperti itu. Well… dinamakan seperti itu karena di bukit ini orang-orang dari berbagai agama bisa berkumpul dan berdamai. Dari semboyan yang dimiliki masyarakat Sulawesi, Bukit Kasih merupakan bukit simbol perdamaian. Selain itu juga merupakan tempat yang mengingatkan kita pada kerukunan antar umat beragama.
Menurut akun Twitter @indonesiakaya, Awal mula didirikannya Bukit kasih di Minahasa ini bermuladari keinginan untuk berdo’a dengan tenang dan khusyu’ di atas bukit. Di dekat pintu masuk komplek wisata Bukit Kasih ini kalian semua akan melihat monument dengan tinggi sekitar 22 meter yang dinamai Tugu Toleransi. Tugu tersebut berbentuk segi lima dan disetiap sisinya tedapat ukiran gambar dan simbol serta kutipan ayat Kitab Suci dari masing-masing agama. Tugu ini juga sebagai pengingat akan kehidupan masyarakat yang saling bertoleransi antar umat berbeda agama.
Di atas puncak Bukit tersebut juga ada sesuatu yang cukup menarik, yaitu tempat ibadah dari kelima agama yang berbeda yang berdiri kokoh dan saling berdekatan satu sama lain. Anda juga akan melihat pahatan wajah yang cukup besar di dinding tebing bukit tersebut. Wajah yang terpahat pada dinding tebing tersebut adalah wajah nenek moyang masyarakat Minahasa, Toar dan Lumimuut. Pahatan wajah ini bermaksud agar masyarakat Minahasa tidak lupa dengan nenek moyang mereka.
Di puncak bukit tersebut, anda juga akan menemukan beberapa kolam air panas yang berukuran kecil yang bisa digunakan untuk merendam kaki anda yang sedikit lelah akan perjalanan yang tadi anda lewati. Selain berendam, anda juga menikmati pemandangan yang cukup asri dan enak dipandang oleh mata.
Setelah menghilangkan penat di kolam kecil tersebut, anda bisa beribadah di salah satu tempat ibadah dengan agama yang anda yakini. Anda juga bisa meihat orang-orang dengan agama yang berbeda melakukan ibadah ditempat ibadah mereka. Mengingatkan kita akan semboyan mereka, “Torang Samua Ba’sudara”.
Untuk biaya masuknya sendiricukup murah yaitu 5000 Rupiah saja. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi anda akan dikenakan biaya tambahan sekitar 5000-10000 Rupiah. Harga yang cukup murah untuk menikmati indahnya pemandangan bukit dan hangatnya suasana toleransi antar beragama di Sulawesi.-Mohammad Rifqie Zidane Maghrobie (19041184063)

Komentar
Posting Komentar